Espana Campeon!
Senin, 30 Juni 2008 | 03:31 WIB

VIENNA, MINGGU - Spanyol berhasil mewujudkan impian selama 44 tahun. Setelah paceklik gelar internasional sejak 1964, El Matador akhirnya bisa mengakhiri mimpi itu setelah menjadi juara Piala Eropa 2008 usai menaklukkan Jerman 1-0.

Fernando Torres jadi pahlawan Spanyol dalam pertandingan di Stadion Ernst Happel ini. Striker Liverpool dengan julukan El Nino tersebut mencetak gol kemenangan La Furia Roja pada menit ke-32, memanfaatkan umpan terobosan Xavi Hernandez.

Gelar ini juga menjadi pembuktian bagi Luis Aragones. Meskipun sempat mendapat kritikan pedas karena tak memanggil Raul Gonzalez untuk tampil di turnamen ini, pelatih berusia 69 tahun itu bisa menepisnya dengan sebuah pencapaian manis yang akan dikenang sepanjang masa.

Spanyol yang menembus babak final dengan hasil sempurna karena tak terkalahkan, mengawali laga ini dengan kurang meyakinkan. Pasalnya, saat peluit kick-off berbunyi Jerman yang berinisiatif menyerang dan lebih dulu melakukan shoot on goal.

Tapi setelah melewati masa kritis selama 10 menit, para jugador El Matador mulai keluar dari tekanan. Mereka mengambilalih kendali permainan dan menciptakan sejumlah peluang.

Kesempatan terbaik Spanyol untuk mencetak gol terjadi pada menit ke-22. Sayang, sundulan Torres saat menyambut umpan silang Sergio Ramos dari sayap kanan hanya membentur tiang gawang dan tak ada rekan-rekannya yang me-rebound si kulit bundar.

Setelah itu, Spanyol kembali membangun skema serangan yang manis untuk menjebol pertahanan Der Panzer. Alhasil, kerja keras tim merah-hitam ini membuahkan hasil pada menit ke-32, ketika Torres meneruskan umpan terobosan Xavi.

Gol itu berawal dari kerja sama Marcos Senna, Xavi dan Torres. Senna yang tampil bagus sepanjang pertandingan melakukan penetrasi dari lini tengah, lalu memberikan umpan kepada Xavi yang tak menunggu lama untuk mengirim bola ke dalam kotak penalti.

Mengandalkan kecepatannya, Torres yang mendapat pengawalan dari Philip Lahm berhasil mendahului bek kiri Jerman itu untuk men-chip bola yang melewati sisi kanan Lehmann. 1-0 untuk Spanyol.

Gol itu membuat Spanyol semakin gencar melakukan serangan. Peluang demi peluang bisa diciptakan lagi, tetap sayang, tak ada gol yang tercipta sampai pertadingan babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Jerman mengubah strategi. Pelatih Joachim Loew memasukkan Kevin Kuranyi yang berpasangan dengan Miroslav Klose di lini depan. Meskipun demikian, duet Der Panzer itu tetap kesulitan menembus tembok pertahanan yang dibangun Ramos dan Carles Puyol.

Spanyol pun tetap memainkan sepakbola menyerang. Malah tim Matador ini kembali mendapatkan beberapa peluang emas, termasuk yang diperoleh Senna. Sayang, pemain tengah kelahiran Brasil itu terlambat menyambar bola yang melintas di mulut gawang meskipun sudah tak terkawal lagi oleh Lehmann.

Meskipun tak ada gol yang tercipta di babak kedua, Spanyol berhak menjadi juara. Satu gol pada babak pertama sudah cukup bagi La Furia Roja yang melangkah pasti ke babak final ini untuk mengangkat trofi yang sudah diimpikan selama 44 tahun. (LOU)

Nilai 4.3 A A A
komentar anda
ADJI @ Selasa, 1 Juli 2008 | 20:16 WIB
spanyol pantas juara,karena banyak pemain muda yang berjiwa juara
rheza @ Selasa, 1 Juli 2008 | 07:07 WIB
Bravo spain bagus dah menang jadi kan gw menang taruhan.... wekekekekkekee
edison @ Senin, 30 Juni 2008 | 22:10 WIB
siapapun juara eropa kali ini, saya nggak peduli.. Abisnya Inggris gak ada sih.... jadi gak seru.. By the way.... congratulations for Spain...
bajay @ Senin, 30 Juni 2008 | 18:33 WIB
spanyol emng asoyyy amat daaaaaah. sekali" dong serius maen bolanya, menang kan akhirnya! jgn angon banteng mulu yg diurus. OK?
dudi @ Senin, 30 Juni 2008 | 16:51 WIB
Begitulah seharusnya bagaimana permainan sepakbola dimainkan, Jerman!
47 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
News
Casillas: Duel Lawan Italia yang Terberat
Kapten dan penjaga gawang Spanyol, Iker Casillas, mengakui bahwa pertandingan paling keras bagi mereka sebelum jadi juara adalah saat lawan Italia
Features
Indonesia, Tirulah Spanyol dan Turki
Postur pemain sepakbola yang tinggi besar, tidak menjamin kesuksesan